Sumber : Kompasiana
Luxor: Napak Tilas Peninggalan Fir’aun Yang Mencengangkan (Part III)
Pagi ini saya harus mengemasi barang bawaan, sarapan kali ini lebih siang dibanding hari sebelumnya. Saya langsung menuju ke restoran sambil membawa koper, dan petugas hotel sudah menunggu kami untuk menerima kembali kunci kamar.
Masjid Amr bin Ash: Tertua di Afrika Yang Bergaya Yunani
Tatkala Sahabat Amr bin Ash menaklukan Mesir dari tangan bangsa Romawi, Khalifah Umar bin Khattab memerintahkan untuk memindah ibu kota Mesir yang semula di Iskandariyah (Alexandria) ke kota Fusthat agar lebih dekat dengan masyarakat yang lebih memilih bertempat tinggal di pinggir sepanjang sungai Nil.
[FOTO] Pernak - Pernik
Tempat yang hampir tidak pernah di lewatkan oleh wisatawan ketika berkunjung di Mesir adalah Khan Kholili, sebuah pasar tradisional yang menjual beraneka ragam barang, misalnya berhiasan dari emas, kristal, perak hingga plastik dengan sejuta bentuk, kemudian kaos, boneka, hiasan berupa piring, gelas yang ada gambar khas Mesirnya. Tidak itu saja Khan khali juga terdapat makana yang cocok di buat oleh-oleh seperti kurma, kismis dan banyak lagi.
Presiden Soekarno Abadi di Mesir Sebagai Nama Jalan
Nama presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno yang biasa dipanggil bung karno bukanlah nama asing bagi warganya, hal itu wajar, tapi jika nama tersebut sangatlah terkenal diluar negeri bahkan di abadikan sebagai nama jalan yang setiap hari terlihat oleh lalu lalang orang yang melewatinya itu sungguh luar biasa.
[VIDEO] Belajar Sejarah Dengan Cara Menarik
Pentingnya akan belajar sejarah bisa dilihat dari pesan Presiden RI pertama yaitu Ir. Soekarno yang berbunyi " Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai sejarahnya". Bukan itu saja, untuk menyampaikan akan pentingnya belajar sejarah, presiden kita juga membuat pesan yang tidak asing di telinga kita "Jas Merah yang artinya jangan lupakan sejarah".
Senin, 09 Juli 2012
Klub-klub Eropa Berebut Datang ke Indonesia
Sumber : Kompasiana
Minggu, 08 Juli 2012
Berwisata murah di Mesir dengan kartu pelajar
Sumber : Kompasiana
Islam Di Mesir Lebih Cocok Untuk Indonesia Dari Pada Islam Di Saudi Arabia
Sumber : Kompasiana
Sabtu, 07 Juli 2012
Presiden Soekarno Abadi di Mesir Sebagai Nama Jalan
10 tahun pasca kemerdekaan, presiden Soekarno melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya di Mesir. Tepat hari senin, 18 Juli 1955. Kunjungan tersebut mendapat sambutan luar biasa, baik dari perdana menteri Gamal Abdel Nasser dan jajaran pejabat pemerintah maupun masyarakat Mesir pada umumnya.
Setelah kunjungan pertamanya, Presiden Soekarno sering berkunjung ke Mesir, tercatat 6 kali presiden pertama Indonesia tersebut mengunjungi negeri seribu menara ini, pada tahun 1955, 1958, 1960, 1961, 1964 dan terakhir 1965. Tidaklah heran, jika seringnya berkunjung ke Mesir membuat nama presiden Soekarno begitu harum dimata pemerintah dan masyarakat Mesir, sehingga namanya diabadikan sebagai nama jalan di Mesir.
Sumber : Kompasiana
Jumat, 06 Juli 2012
Piramid: Menarik bagi orang asing, tapi tidak untuk orang Mesir
Memasuki kawasan piramid, kami disambut petugas yang memakai pakaian polisi, dengan ramah dia menanyakan identitas kami dan kemudian mengarahkan ke loket tempat pembayaran tiket masuk, “Ana Tholib” yang artinya saya pelajar, kami membuka percakapan dengan petugas loket tersebut, “Fein Bithoqoh?” mana kartu pelajarmu?, kami menunjukkan dua kartu pelajar yang kami punya, “Masyi” Oke, kata petugas, kami hanya membayar setengah harga 15 LE perorang yang harusnya 30 LE.
Turun dari mobil, kami langsung naik piramid dan ditengah-tengah ada pintu kecil untuk masuk, sambil merunduk kami menuruni jalan terjal yang jauh kebawah dan melewati lorong-lorong kecil baru sampai kesebuah ruangan besar yang pengap, belum salesai sampai situ dipojok ruangan terdapat tangga naik yang tinggi menuju sebuah ruangan, disitulah tempat mumi di kubur.
Pengunjung pada waktu itu tidaklah banyak hanya sekitar 25 dan semua orang asing padahal hari itu adalah “Sammun Nasim” hari peringatan datangnya musim semi, yang hampir semua masyarakat Mesir pergi berlibur tapi tidak satupun terlihat di daerah sekitar piramid tersebut. padahal satu hari sebelumnya pantai “Ainus Suhna” penuh dan taman-taman yang kami lihat sepanjang jalan juga penuh seperti lautan orang.
Sepertinya orang Mesir lebih suka menghabiskan liburannya dipantai dan taman-taman karena lebih cocok untuk menjadi tempat santai bersama keluarga, tidak seperti piramid yang tandus, panas dan berdebu, itulah yang ada difikiran kami mengapa orang Mesir lebih memilih pantai dan taman dari pada piramid, lain lagi dengan wisatawan asing yang jauh-jauh ke Mesir sengaja ingin melihat salah satu keajaiban dunia tersebut.
Sumber : Kompasiana


15.12
Sang Pejuang







