Luxor: Napak Tilas Peninggalan Fir’aun Yang Mencengangkan (Part III)
Pagi ini saya harus mengemasi barang bawaan, sarapan kali ini lebih siang dibanding hari sebelumnya. Saya langsung menuju ke restoran sambil membawa koper, dan petugas hotel sudah menunggu kami untuk menerima kembali kunci kamar.
Masjid Amr bin Ash: Tertua di Afrika Yang Bergaya Yunani
Tatkala Sahabat Amr bin Ash menaklukan Mesir dari tangan bangsa Romawi, Khalifah Umar bin Khattab memerintahkan untuk memindah ibu kota Mesir yang semula di Iskandariyah (Alexandria) ke kota Fusthat agar lebih dekat dengan masyarakat yang lebih memilih bertempat tinggal di pinggir sepanjang sungai Nil.
[FOTO] Pernak - Pernik
Tempat yang hampir tidak pernah di lewatkan oleh wisatawan ketika berkunjung di Mesir adalah Khan Kholili, sebuah pasar tradisional yang menjual beraneka ragam barang, misalnya berhiasan dari emas, kristal, perak hingga plastik dengan sejuta bentuk, kemudian kaos, boneka, hiasan berupa piring, gelas yang ada gambar khas Mesirnya. Tidak itu saja Khan khali juga terdapat makana yang cocok di buat oleh-oleh seperti kurma, kismis dan banyak lagi.
Presiden Soekarno Abadi di Mesir Sebagai Nama Jalan
Nama presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno yang biasa dipanggil bung karno bukanlah nama asing bagi warganya, hal itu wajar, tapi jika nama tersebut sangatlah terkenal diluar negeri bahkan di abadikan sebagai nama jalan yang setiap hari terlihat oleh lalu lalang orang yang melewatinya itu sungguh luar biasa.
[VIDEO] Belajar Sejarah Dengan Cara Menarik
Pentingnya akan belajar sejarah bisa dilihat dari pesan Presiden RI pertama yaitu Ir. Soekarno yang berbunyi " Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai sejarahnya". Bukan itu saja, untuk menyampaikan akan pentingnya belajar sejarah, presiden kita juga membuat pesan yang tidak asing di telinga kita "Jas Merah yang artinya jangan lupakan sejarah".
Kamis, 25 April 2013
[RESENSI] Al-Fiqihul Islami wa Adillatuhu
Rabu, 24 April 2013
[RESENSI] Al-Mufashshal fi Ahkam Al-Mar’ah
Selasa, 23 April 2013
[RESENSI] Al-Mausu`ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah
Impian itu lama terpendam di benak setiap muslim selama berabad-abad, sampai akhirnya terbitnya kitab spektatuler yang diberi nama : Al-Mausu`ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah. Sebuah Ensiklopedi Fiqih terlengkap yang pernah ditulis sepanjang 14 abad lamanya.
Kenapa demikian?
Dunia Islam selama ini mengenal begitu banyak kitab fiqih. Barangkali jumlahnya sudah mencapai jutaan sejak awal mula masa penulisan hukum fiqih. Tetapi biasanya kitab-kitab itu disusun berdasarkan mazhab penulisnya.
Kitab Al-Umm yang ditulis Al-Imam Asy-Syafi`i memang kitab yang luar biasa dari segi isi dan hujjahnya. Namun kita hanya mendapat dalam isinya pendapat-pendapat beliau saja. Pendapat orang lain tentunya tidak beliau cantumkan.
Demikian juga kalau kita punya kitab Majmu` Fatawa Ibnu Taimiyah. Dari sisi jumlah jilid, kitab ini lumayan tebal, karena terdiri dari tidak kurang 37 jilid. Entah berapa lama kita bisa selesai membacanya. Dan yang bikin bingung, menulisnya pasti membutuhkan waktu yang lebih lama lagi. Tetapi kalau dilihat isi dan konten, Majmu` Fatawa Ibnu Taimiyah hanya berisi pendapat-pendapat Ibnu Taimiyah saja.
Yang lumayan banyak mencantum pendapat dari beberapa mazhab untuk dibandingkan sebenarnya bukan tidak ada. Misalnya Al-Majmu` Syarah Al-Muhadzdzab. Penulisnya, Al-Imam An-Nawawi tidak hanya melulu menuliskan hasil pendapat mazhab Asy-Syafi`i, mazhab yang beliau anut. Tetapi beliau juga mencantumkan sekian banyak pendapat ulama fiqih dari berbagai mazhab.
Ibnu Rusydi Al-Hafid juga menulis kitab yang sama dalam arti berisi perbandingan mazhab. Namanya kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid. Kitab ini menjadi rujukan hampir di semua Universitas Islam baik LIPIA Jakarta, Madinah, Riyadh, Mekkah dan lainnya. Bahkan Pondok Pesantren Modern Gontor pun menggunakan kitab ini. Isinya memang banyak mencantumkan perbedaan pendapat dan dalil-dalilnya dari para ulama.
Di masa modern ini, Doktor Wahbah Az-Zuhaily, ulama kawakan berkebangsaan Syria, juga menulis kitab fiqih dengan tema yang sama. Kitabnya diberi judul Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu. Terdiri dari 11 jilid tebal yang sarat dengan bebagai kajian fiqih dari berbagai mazhab, lengkap dengan dalil-dalil dan kitab rujukan.
Al-Mausu`ah Al-Fihiyah Al-Kuwaitiyah
Tapi yang paling luar biasa pada akhirnya memang kitab yang lagi mau kita bicarakan, yaitu Ensiklopedi Fqih terbitan Departemen Wakaf dan Urusan Islam Kuwait. Ada beberapa keunggulan kitab ini dibandingkan dengan kitab-kitab yang tadi saya sebutkan di atas, misalnya :
1. Kitab ini tidak disusun berdasarkan mazhab tertentu, tetapi semua mazhab fiqih Islam yang ada dijelaskan satu persatu dengan lugas, lengkap dengan dalil dan kitab-kitab rujukan kepada masing-masing mazhab.
2. Dari sisi jumlah isi konten, kitab ini total berjumlah 45 jilid tebal. Saya menghitung jumlah halamannya secara manual, ternyata tidak kurang dari 17.000 halaman.
3. Kitab ini tidak disusun berdasarkan bab-bab fiqih seperti umumnya, tetapi disusun materinya berdasarkan ajbad. Maka kitab ini memang disebut sebagai Ensiklopedi. Dan cara ini tentu sangat memudahkan bagi para peneliti, dosen, mahasiswa atau masyarakat umum yang ingin cepat mendapatkan rujukan.
4. Begitu banyak masalah fiqih yang tidak tercantum di kitab-kitab sebelumnya, ternyata di dalam kitab ini semua dijelaskan dengan sangat lengkapnya. Selain itu kajiannya sangat mendalam, luas dan yang lebih penting adalah masalah akurasinya. Hampir semua materi diberi footnote yang menginformasikan sumber rujukan dari kitab-kitab fiqih yang muktamad.
5. Kitab ini bukan karya perorangan tetapi team yang terdiri dari ratusan ulama yang pakar di bidangnya dari berbagai belahan dunia. Mereka bekerja siang malam menyusun, meneliti, membahas, mendiskusikan, membedah kitab-kitab rujukan sehingga akhirnya selesai hingga terbit dan bisa dinikmati semua orang.
6. Kitab ini menghindari pentarjihan perbedaan pendapat yang bersifat pribadi. Jadi kita tidak akan digiring untuk mengikuti satu pendapat dari sekian banyak pendapat yang ada. Semua pendapat dijabarkan dengan adil dan lengkap, tapi tanpa kesimpulan mana yang benar atau salah. Kalau pun ada kesimpulan, paling jauh hanya disebutkan bahwa jumhur ulama (mayoritas) mengambil berpendapat tertentu. Itu saja, dan tidak ada penggiringan opini, atau sengaja menutup-nutupi, apalagi sampai menghapus atau mengubah isi.
KekuranganSebenarnya saya ingin mengatakan bahwa ensiklopedi ini nyaris sempurna, meski pun tidak boleh bilang begitu. Kalau pun ada kekurangan, karena kitab ini tidak tersedia di Indonesia. Saya sudah muter-muter dari satu toko kitab ke toko kitab lain, semua tidak punya. Boro-boro menjual, penjualnya saja belum pernah tahu kalau kitab itu ada. Selain itu kalau pun ada yang jual, biasanya harganya selangit. Ada seorang teman menawarkan harga hampir 10-an juta rupiah untuk 45 jilid.
Kekurangan ini bisa terjawab sudah, karena kitab ini ternyata ada versi digitalnya:
Pertama, kitab ini bisa dibuka dengan program Maktabah Syamilah. Keunggulannya, kita bisa melakukan pencarian (searching) dengan cepat. Lalu juga bisa dicopy paste. Kekurangannya, tampilannya tidak enak dilihat.
Kedua, versi Pdf. Yang ini memang tidak bisa dicopy paste teksnya, juga kita tidak bisa melakukan pencarian. Tapi karena versi PDF ini merupakan hasil scan dari kitab aslinya, membacanya malah enak, karena tampilannya persis seperti buku aslinya.
Saya sendiri hanya ngeprint saja kitab yang berjumlah 45 jilid ini, tidak beli aslinya. Alasannya selain karena memang tidak ada yang jual disini, juga harga ngeprint ternyata jauh lebih murah. Dihitung-hitung hanya 1/4 dari harga aslinya. Dan hasil printnya juga tidak kalah mentereng dibandingkan aslinya.
Kelebihan kalau diprint tentu saja lebih enak dibaca, dan bisa dibaca sambil tiduran. Walau pun sudah saya coba membaca pakai tablet, tetapi mengebet lembaran kertas itu ternyata jauh lebih mengasyikkan dari pada menyentuh layar touch-screen. Apalagi kalau pakai ludah, wah ramai rasanya.
Kekurangan lain dari kitab ini -dan ini sangat klasik sekali-, belum ada versi terjemahannya. Masih bahasa Arab gress. Dan meski sudah terbit sejak tahun 1980, rasanya sampai sekarang belum ada pihak penerbit yang `gila` mau menerbitkan kitab yang jumlah sampai 45 biji.
Jauh di dalam hati saya ada keinginan untuk menerjemahkan Ensiklopedi ini ke dalam bahasa Indonesia, tidak sendirian tentunya, tapi dikerjakan bersama-sama. Di dalamnya ada team penterjemah, programmer, editor dan ahli syariah. Dan idealnya Ensiklopedi Fiqih ini diluncurkan dalam bentuk situs yang bisa diakses dengan gratis oleh siapa saja. Jadi sebuah proyek wakaf untuk umat Islam.
Allahu yusahhil amrana
Senin, 22 April 2013
30 Negara Kenakan Seragam Militer Buatan Indonesia
Ekspor sebagian besar di lakukan ke Amerika Serikat yang nilainya total mencapai 300 juta dolar per tahun, sementara kedua ke kawasan Eropa yang nilainya mencapai 200 juta dolar Amerika Serikat.
Negara-negara yang kebutuhan tekstil baik benang, kain, maupun pakaian militernya yang dipasok oleh PT Sritex antara lain Indonesia, Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Turki, Australia, Singapura, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Kuwait, Brunei Darussalam, Malaysia, Selandia Baru, Tunisia, Timor Leste, Papua NEw Guinea dan Anggota NATO
Sritex pantas dipilih karena mengedepankan tiga poin penting, yaitu kualitas, delivery on-time, dan harga yang bersaing. Dengan kualitas tidak diragukan, Ia memenuhi setiap kebutuhan spesifik pelanggan dengan kemampuannya untuk menciptakan beragam jenis dan spesifikasi kain dari berbagai bahan dan model rajutan. Contoh kecil diantaranya adalah diciptakanya beragam aplikasi tambahan untuk kain yang berupa anti air, anti serangga, tahan api, bebas noda, anti infra-red, bobot ringan, dan berpori-pori yang bisa digunakan untuk berbagai tipe bahan.
produksi seragam militer mencapai 50 persen dari total produksi. Sementara setengahnya lagi yakni memproduksi fashion untuk merek-merek ternama, di antaranya Uniqlo, Zara, JCPenney, dan Timberland. 50 persen untuk army, 50 persen untuk yang fashion.
Sumber : Kompasiana


09.57
Sang Pejuang











