Minggu, 05 Agustus 2012

Tidak hanya suka budayanya mereka juga bisa bahasa Indonesia



Sabtu malam (04/08/2012) telah terselenggara sebuah acara yang bertema Ramadhan Night From Indonesia, sebuah acara tahunan yang merupakan salah satu acara promosi budaya Indonesia kepada masyarakat Mesir.
Acara yang berdurasi satu setengah jam tersebut menampilkan pencak silat, tari-tarian dari berbagai daerah dan musik. Animo masyarakat Mesir dalam menyambut acara tersebut sangat luar biasa terbukti dengan kurangnya kursi yang tersedia di ruangan Theater Cairo Opera House yang mencapai kurang lebif 350 kursi.
Tidak henti-hentinya tepuk tangan dari masyarakat Mesir ketika satu demi satu penampil keluar hingga acara selesai, acara ini seperti sudah terkonsep rapi hingga tidak ada satupun kekurangan mulai acara dimulai hingga akhir. Setidaknya ada tiga kejadian yang paling menarik dalam acara promosi budaya Indonesia ini:
Pertama, ketika group pencak silat keluar sambil menari dengan gaya khas silat di tambah sedikit akrobat membuat masyarakat Mesir tidak henti-hentinya bertepuk tangan sambil terkagum-kagum, ini semakin membuat masyarakat Mesir beranganggapan bahwa semua orang Indonesia itu jago silat, taekwondo atau ilmu beladiri yang lainya. padahal tidak semua orang Indonesia bisa.
Kedua, Masyarakat Mesir tercengang dan ikut bernyanyi bersama Ketika tiga mahasiswa Indonesia Indonesia menyanyikan lagu mesir yang berjudul "Feeha Haga Helwa" sebuah lagu yang sangat terkenal di Mesir. Lagu berbahasa arab Amiyah yang dinyanyikan sangat lancar dan fasih oleh tiga mahasiswa Indonesia pada acara Ramadhan Night form Indonesia.
Ketiga: Ditengah-tengah acara ada sesi tanya jawab berhadiah yang ditujukan kepada orang Mesir dengan soal seputar kemerdekaan Indonesia. Orang Mesir merebut menjawab dengan mengangkat tangan ketika soal dibacakan oleh pembawa acara, dari sekian banyaknya hadirin yang berebut menjawab soal, tidak sedikit yang bisa mengungkapkan istilah-istilah dengan menggunakan bahasa indonesia, bahkan orang terhakhir yang menjawab soal bisa bahasa Indonesia dengan lancar, Melihat ada orang seperti itu pembawa acara iseng dengan mengajak ngobrol dipanggung sambil memberikan hadiah, ternyata si penjawab soal tadi adalah seorang wartawan yang pernah tinggal di Indonesia selama empat tahun.

Sumber : Kompasiana

Jumat, 03 Agustus 2012

Kaya Dengan Tradisi Membuat Ramadhan Di Indonesia Berbeda



Bulan Ramadhan sangatlah istimewa bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, hal itu bisa dlihat dari bagaimana antusiasnya masyarakat Indonesia dalam menyambut bulan tersebut dengan kegiatan-kegiatan yang tidak pernah dilakukan dibulan-bulan yang lain.
Tradisi dan budaya di Indonesia ketika bulan Ramadhan sangat banyak dan berfariatif, itu yang menbuat bulan Ramadhan di Indonesia berbeda dengan negara-negara yang lain, meski setiap negara mempunyai tradisi atau kebiasaan berbeda-beda dalam menyambut bulan Ramadhan, tetaplah negara Indonesia mempunyai cara yang paling unik dalam menyambut bulan tersebut.
Negara Mesir contohnya, masyarakat mesir ketika datang bulan Ramadhan beramai-ramai memasang hiasan dan lampu “Fanus” dirumah mereka yang sudah menjadi tradisi sejak dulu, namun kegiatan sehari-hari dalam bulan Ramadhan bisa dibilang biasa-biasa saja, Ramadhan di Mesir seolah-olah hanya terlihat ketika menjelang maghrib dan waktu Isya’ saja.
Ketika menjelang maghrib banyak masyarakat Mesir berkumpul di masjid dan tempat-tempat yang telah disediakan guna persiapkan buka puasa bersama, kemuadian pada waktu isya’ masyarakat Mesir berbondong-bondong kemasjid untuk sholat tarawih berjamaah selebihnya terlihat biasa-biasa saja.
Berbeda jauh dengan Indonesia dalam menghidupkan bulan Ramadhan, hampir dari pagi hingga pagi lagi suasana Ramadhan di Indonesia terasa spesial.
Mulai pagi suasana sangat berbeda dibanding dengan bulan yang lain ketika melihat para pelajar ke sekolah untuk mengikuti pengajian yang biasa disebut “pondok Ramadhan” kemudian sore menjelang Maghrib banyak masyarakat Indonesia yang hanya sekedar jalan-jalan sambil menunggu buka puasa yang biasa di sebut “Ngabuburit”, tidak hanya itu, setelah shalat tarawih sebagian masyarakat Indonesia berkumpul di masjid dan mengaji Al-qur’an yang biasa disebut “Tadarus”, kemudian menjelang pagi sebagian pemuda keliling kampung dengan berbagai macam cara untuk membangunkan tetangganya agar tidak telat sahur.
Seperti itulah kebiasaaan unik masyarakat Indonesia dalam menghidupkan bulan ramadhan yang tidak ada dinegara-negara lain, sehingga membuat warganya yang di luar negeri merasa kangen akan tradisi-trdisi tersebut, bahkan mungkin saja orang asing yang pernah tinggal di Indonesia juga merasa kangen dengan tradisi-tradisi tersebut.

Sumber : Kompasiana

Selasa, 31 Juli 2012

Bingung Untuk Berbuka Puasa di Mesir



Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa dimana umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba untuk meningkatkan dan memperbanyak amal ibadah. Jadi wajar jika kita melihat masjid yang tiba-tiba penuh, banyak orang membaca Al-Qu’an disana-sini dan bersedekah dengan berbagai macam cara.
Setiap negara mempunyai keunikan sendiri-sendiri dalam menghidupkan dan meramaikan bulan Ramadhan yang sangat dinanti-nanti ini tidak terkecuali negara Mesir. Ada hal yang paling mencolok pada bulan Ramadhan di negeri seribu menara ini yaitu banyaknya para dermawan yang secara langsung maupun tidak langsung turun kejalan untuk bersedekah.
Orang Mesir  memang senang menyisihkan uangnya selama setahun untuk dikeluarkan pada bulan Ramadhan, seolah-olah hal seperti ini sudah menjadi tradisi turun menurun. bahkan orang Mesir yang berekonomi sedang kebawahpun sepeti itu.
Salah satu bentuk sedekah yang paling terlihat yaitu memberi buka puasa. bahkan terkadang orang-orang bingung menentukan tempat buka puasa bukan karena susah mencari makanan melainkan hampir sepanjang jalan di Mesir bisa menjadi tempat berbuka puasa dengan berbagai macam menu.
ketika jalan-jalan, sangat tidak mengherankan jika tiba-tiba ada mobil berhenti dan kemudian memberikan bungkusan yang isinya makanan untuk buka puasa, kebanyakan masjid juga menyediakan buka puasa yang biasa disebut “Maidatur Rahman”, dan banyak tenda-tenda di pinggir jalan yang sengaja dibuat untuk dijadikan tempat berbuka secara gratis.
Awal Ramadhan kami jalan-jalan menelusuri kota tua Kairo tanpa bekal apapun dan ketika menjelang adzan magrib banyak orang-orang mesir yang menawari kami untuk berbuka puasa sebelum kami memutuskan untuk berhenti dimasjid. Kami juga menemukan sebuah tenda yang cukup besar dimana terdapat orang-orang yang lagi memasak makanan yang kemudain dimasukkan mobil dan disalurkan ke jalan-jalan.

Sumber : Kompasiana

Rabu, 25 Juli 2012

[FOTO] Pernak - Pernik



Tempat yang hampir tidak pernah di lewatkan oleh wisatawan ketika berkunjung di Mesir adalah Khan Kholili, sebuah pasar tradisional yang menjual beraneka ragam barang, misalnya berhiasan dari emas, kristal, perak hingga plastik dengan sejuta bentuk, kemudian kaos, boneka, hiasan berupa piring, gelas yang ada gambar khas Mesirnya. Tidak itu saja Khan khali juga terdapat makana yang cocok di buat oleh-oleh seperti kurma, kismis dan banyak lagi.
Foto-foto di bawah ini diambil ketika melewati sepanjang jalan Khan Khalili, dan menitik beratkan kepada pernak-pernik meski hanya sedikit.








[FOTO] Human Interest Part IV



Berbeda dengan negara arab lainya, Mesir lebih cenderung ke eropa-eropaan dalam cara berpakaian meski ada juga yang masih memakai pakaian khas Mesir sendiri.
Pengalaman pribadi, dulu ketika hendak ke Mesir, saya dan rombongan transit di negara Kuwait selama kurang lebih enam jam, disana kami merasa benar-benar asing karena disekeliling kami hampir semua berpakaian khas arab, memakai jubah putih dan tutup kepala bagi laki-laki dan berpakaian hitam-hitam bagi yang perempuan layaknya orang arab yang sering kita lihat di tv, namun ketika sampai di Mesir suasana seperti itu tidak lagi kami dapatkan. akhirnya kami berkesimpulan ternyata cara berpakaian orang mesir lebih terlihat modern tanpa meninggalkan perintah agama yaitu menutup aurat.












 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India