Kamis, 12 Juli 2012

Kayangan Api: Pesona Api Abadi di Bojonegoro



Kayangan api adalah sumber api yang tidak pernah padam, suatu yang langka tentunya, api keluar dari dalam perut bumi yang tidak ada henti-hentinya.
Kayangan api terletak di kawasan hutan di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Bojonegoro Jawa Timur. Sebuah desa yang memiliki kawasan hutan kurang lebih 42,29% dari luas desa. Tempat itu dapat ditempuh dengan jarak 25 Km dari arah kota Bojonegoro.
Menurut cerita kayangan api adalah tempat bersemayamnya Mbah Kriyo Kusumo atau Empu Supa yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah pandhe berasal dari kerajaan Majapahit. Mbah Pandhe ahli membuat alat-alat pusaka seperti keris, tombak, cudrik dan lain-lain.
Sumber api tersebut masih dianggap keramat oleh masyarakat setempat. Api hanya boleh diambil pada saat-saat tertentu, seperti yang sudah-sudah, misalnya, upacara Jumenengan Ngarsodalem Hamengku Buwono X, untuk pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan upacara-upacara yang dianggap sakral.
Kayangan api menjadi salah satu tempat wisata favorit di Bojonegoro, selain wisata langka tempat itu juga terkenal masih alami.
Selain tempat wisata kayangan api juga sebagai tempat berobat, disamping sumber api terdapat sumber mata air yang kelihatan panas jika dilihat tapi dingin jika disentuh, air tersebut disebut air Blekuthuk, baunya khas yaitu bau belerang yang memiliki khasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Banyak yang sembuh penyakitnya setelah berendam di air tersebut, kata juru kuncinya.


Air Blekuthuk ini dulunya untuk mencuci dan merendam keris yang dibuat oleh Mbah Pandhe. Bahkan oleh masyarakat sekitar maupun pengunjung lokasi tersebut, air Blekuthuk tersebut dianggap membawa berkah, karena selain dapat mengobati penyakit juga dianggap dapat membawa keberuntungan bagi mereka yang datang.
Sekarang Kayangan api tidak hanya milik Bojonegoro saja tetapi telah menjadi milik bangsa Indonesia karena tempat wisata tersebut tidak hanya menarik perhatian wisatawan lokal tapi menarik wisatawan asing juga, karena sumber api ini terbesar di Asia Tenggara.

Sumber : Kompasiana

Selasa, 10 Juli 2012

“Megengan” Tradisi Menyambut Bulan Ramadhan



Megengan adalah tradisi masyarakat Jawa dalam menyambut bulan Ramadhan, megengan diambil dari bahasa Jawa yang artinya menahan. Ini merupakan suatu peringatan bahwa sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan, bulan dimana umat Islam diwajibkan berpuasa, yaitu menahan untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat menggugurkan ibadah puasa tersebut.
Adapun kegiatannya sangat bermacam-macam sesuai dengan adat daerah setempat, tapi umumnya masyarakat Jawa biasanya berbondong-bondong untuk berziarah kubur, membersihkannya serta menaburi bunga diatasnya dan tidak lupa mendoa’akannya serta ada juga yang membacakan yasin dan tahlil, kemudian Masak besar untuk dibagikan kepada sanak famili dan pada malam harinya mengadakan selamatan atau kenduri dengan mengundang para tetangga untuk mendoakan keluarga yang sudah meninggal, ada juga yang selamatan atau kendurinya diadakan bersama-sama oleh seluruh warga setempat dilanggar/mushola.
Seiring berjalannya waktu tradisi megengan sendiri sudah mulai sedikit ditinggalkan, mungkin tidak bagi masyarakat desa karena tradisi ini masih sangat kental, melekat dan masih dianggap sakral tapi jika menengok masyarakat kota mungkin sudah banyak yang meninggalkan tradisi para leluhurnya ini karena berbagai alasan salah satunya sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Yang harus difahami terlebih dahulu, megengan berada dalam ranah sosial-kultural (kemasyarakatan dan ke budayaan) yang mengacu pada aspek kemaslahatan dan tidak bisa dilabeli dengan istilah bid’ah. Orang sedekah dengan membawa ambeng (beragam jenis makanan) itu jelas baik dan bermanfaat bagi yang masih hidup, dan do’a-do’a sangat bermanfaat bagi yang sudah meninggal dunia, jadi megengan tidak hanya bermanfaat bagi yang masih hidup tapi juga bermanfaat bagi yang sudah meninggal dunia.
Tradisi ini adalah warisan leluhur yang sudah sepatutnya dijaga dan dilestarikan. didalamnya mengandung nilai-nilai yang sungguh sangat luar biasa seperti cara berhubungan baik antara manusia dengan manusia, manusia dangan alam ghaib serta manusia dangan tuhannya.
Islam Jawa memang memiliki banyak tradisi yang khas dalam implementasi Islam, tradisi megengan ini sungguh merupakan salah satu tradisi khas yang tidak dimiliki oleh Islam di tempat lain.
Megengan sebagai sebuah perayaan dan rasa antusias dalam menyambut bulan yang penuh barokah, bulan yang ditunggu-tunggu dan bulan yang didalamnya terdapat malam “lailatul qodar” yaitu satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan, dijelaskan dalam ayat Al-Qur’an yang berbunyi “Lailatul Qodri khoirun min alfi sahr” yang artinya satu malam lailatul qodar lebih baik dari pada seribu bulan, menurut penulis.

Sumber : Kompasiana

Senin, 09 Juli 2012

Klub-klub Eropa Berebut Datang ke Indonesia



Masih teringat ketika klub elite dari Inggris, Manchester United yang hampir meladeni timnas Indonesia 2 tahun lalu, gagal dengan alasan kondisi Indonesia yang tidak aman karena terjadi ledakan bom di beberapa wilayah pada saat itu. padahal persiapan sudah sangat matang, kecewa berat pastinya, karena hampir semua  warga Indonesia, bermimpi didatangi klub papan atas Eropa yang berkali-kali menyabet piala baik diliga maupun di kompetesi Eropa tersebut, bermimpi bisa melihat aksi para bintang-bintangnya langsung, bukan lewat layar kaca lagi, namun semuanya pupus dalam waktu singkat.
Setalah LA Galaxi, klub dari benua Amerika datang dengan para bintangnya, Seperti David Beckham dan Donovan, mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Indonesia pada 30 November 2011 lalu, seolah-olah menjadi pancingan buat klub-klub Eropa untuk datang ke Indonesia, dan sebelumnya pada 4 September 2011 para mantan bintang klub AC. Milan juga datang dalam laga amal melawan Indonesia All Star, mantan pemain legenda top AC Milan seperti Nelson Dida, Alesandro Costacurta, Paolo Maldini, Franco Baresi, Cafu, Masimmo Taibi, Christian Panucci, Roberto Mussi, Giuseppe Favalli, Giuseppe Pancaro, Gigi Lentini, Angelo Carbone, Serginho, Daniele Massaro, George Weah, Roberto Lorenzini, Boban, Bierhoff dan lainnya.
Liverpool misalnya, klub Inggris tersebut rencananya akan berkunjung ke Indonesia untuk menyapa pendukungya yang berada di tanah air dengan menggelar pertandingan persahabatan dengan timnas Indonesia pada 9 Mei 2012 dan melawan klub asal Surabaya, Persebaya pada tanggal 12 Mei 2012 yang rencananya akan di helat di Gelora Bung Karno, namun dibatalkan dari pihak Liverpool dengan tidak mencantumkan alasanya pada surat (pembatalan). Setidaknya kita bangga karena klub dari Inggris tersebut sudah mau datang walaupun dibatalkan.
Kemudian klub dari Italia yang kepincut untuk datang ke Indonesia, Inter Milan adalah klub tersebut, dalam rangkaian tur bertajuk FC Internaziale Indonesia tour2012, tim milik Massimo Moratti itu akan menggelar dua pertandingan yakni melawan liga selection pada tanggal 24 Mei 2012 serta melawan Indonesia selection pada tanggal 26 Mei 2012 di Stadion utama Gelora Bung Karno.
Masih banyak lagi, menurut kabar, seperti Real Madrid, klub maha kaya yang menjuarai liga Champion Eropa terbanyak tersebut juga bakal datang ke Indonesia pada bulan Juni/Juli 2012. Juventus, klub yang pernah memenangi liga italia sebanyak 29 kali itu juga akan didatangkan meskipun masih tahap negosiasi. Barcelona, Klub fenomenal yang akhir-akhir ini akrab dengan gelar baik diliga maupun di Eropa ini juga masih dalam tahap negosiasi. Kemudian klub-klub liga Inggris seperti Sunderland, Wolverhampton, Bolton juga siap didatangkan.
Semoga ini awal manis bagi sepakbola Indonesia yang akhir-akhir ini banyak masalah yang tidak kunjung reda, dan berharap dengan datangnya banyak klub Eropa ke Indonesia bisa memberikan inspirasi bagi insan sepakbola tanah air agar lebih berprestasi.

Sumber : Kompasiana

Minggu, 08 Juli 2012

Berwisata murah di Mesir dengan kartu pelajar



Mempunyai kartu pelajar menurut sebagian orang adalah hal yang biasa-biasa saja, karena tidak semua sekolah memfungsikanya dengan baik, terkadang kartu pelajar menjadi identitas penting sebagai syarat untuk masuk ujian tapi tidak sedikit yang menjadi penghias dompet atau sekedar seperti cindera mata sekolah, lain lagi di Mesir, kartu pelajar seolah-olah menjadi kartu sakti, kartu serbaguna, selain sebagai alat untuk memasuki ujian sekolah, kartu pelajar juga bisa sebagai wakil pasport (izin tinggal), tidak itu saja, dengan kartu pelajar berwisata di Mesir menjadi lebih murah.
Di Mesir Mempunyai status pelajar atau mahasiswa sangatlah istimewa, karena mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, misalnya, buku-buku murah bersubsidi, banyak perpustakaan yang sangat mudah di akses dan memberikan harga khusus bagi pelajar atau mahasiswa yang ingin mengunjungi tempat-tempat wisata.
Jalan-jalan di Mesir jangan sampai lupa untuk membawa kartu pelajar, karena tempat-tempat wisata biasanya menyediakan dua macam tiket, tiket biasa dan tiket pelajar, untuk tiket pelajar cukup dibayar setengah dari harga tiket biasa, meski ada juga beberapa tempat wisata yang tidak menerapkan hal semacam itu, biasanya tempat-tempat yang bisa dibayar setengah dengan menggunakan kartu pelajar adalah tempat-tempat yang mengandung sejarah atau berbau pendidikan.
Setengah tahun yang lalu, kami sekeluarga mengunjungi kota Alexandria selama tiga hari, banyak tempat-tempat wisata yang kami singgahi. kami harus membayar tiket “full” ketika mengunjungi Muntaza park, taman indah yang didalamnya terdapat istana peninggalan raja Faruq,  meskipun kami membawa kartu pelajar, lain lagi saat kami mengunjungi perpustakaan Alexandria, perpustakaan yang pempunyai simpanan buku-buku yang usianya ratusan tahun, Masroh Rumani, tempat pertunjukan yang berbentuk sepertiColosseum Roma, benteng Qoitbay, benteng pertahanan laut Mediterania yang dibuat pada abad ke-15, kami cukup membayar setengah harga tiket kerena membawa kartu pelajar, ada juga tempat gratis yang kami kunjungi seperti makam nabi Danial dan makam Imam Busyiri pengarang ”burdah”.
Tidak itu saja, ketika kami mengunjungi museum dimana tempat mayat Fir’aun disimpan, kami hanya membayar setengah harga, di piramid Giza dan Dahshur pun begitu, biasanya petugas akan menenpel daftar tiket masuk didepan loket, jadi pengunjung yang harus melapor kalau dia pelajar, jika hanya diam sudah pasti akan diberikan tiket biasa bukan tiket pelajar yang mendapat potongan harga.
Pemerintah mesir juga mempunyai program wisata untuk pelajar dan mahasiswa asing yang tinggal di Mesir, dimana pelajar atau mahasiswa bisa berkunjung ketempat-tempat tertentu dengan harga terjangkau dengan fasilitas kelas satu. misalnya, kita akan diajak keliling ke ibu kotanya Mesir kuno (1550-1069 SM), Pharaoh Amenhothep, selama kurang lebih 4 hari, sisanya, 3 hari mengunjungi Aswan, sebuah bendungan indah yang berada diperbatasan Mesir dan Sudan. Selama perjalanan peserta akan di servis habis-habisan, mulai dari kendaraan terbaik sampai hotel bintang lima, untuk mengikutinya tidak sulit, cukup mendaftarkan ke Nadi Wafidin dengan membayar uang pendaftaran yang sangat murah serta menyertakan kartu pelajar.
Berharap Indonesia bisa seperti Mesir yang memanjakan calon pemimpin-pemimpinya pada saat masih dibangku belajar dengan memberikan fasilitas cuma-cuma seperti, sekolah gratis, buku murah dan memberikan fasilitas untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah dengan mudah. Amin..

Sumber : Kompasiana

Islam Di Mesir Lebih Cocok Untuk Indonesia Dari Pada Islam Di Saudi Arabia



Memiliki predikat Islam terbesar didunia belum menjadikan muslim Indonesia menjadi muslim yang dewasa, terbukti masih banyaknya muslim yang menyalahkan muslim lainya hanya karena berbeda pemahaman, yang sholat memakai do’a qunut menyalahkan yang tidak memakai do’a qunut atau sebaliknya, yang tidak suka tahlilan mengolok-olok yang suka tahlilan.
Terkadang prihatin melihat beberapa muslim yang gampang sekali mengatakan ini haram dan itu haram, ini bid’ah dan itu bid’ah kepada muslim lain yang berbeda pemahaman,  mereka juga berpendapat apa-apa yang tidak ada pada zaman nabi Muhammad SAW semua itu bid’ah, celana jean, kemeja dan pakaian yang sering kita pakai itupun ada yang mengatakan bid’ah, serumit itukah agama islam, pikir saya.
masih banyak muslim Indonesia yang tinggal didesa sebelah timur sholat jum’at dimasjid sebelah barat dan yang tingggal didesa sebelah barat sebaliknya, hanya karena berbeda pemahaman, kemudian saya mendapati ada kelompok yang masjidnya dipel karena sudah dipakai sholat oleh kelompok lain yang tidak sefaham. itulah potret Islam di Indonesia yang jauh dari kata dewasa dan belum bisa mengahargai sesama.
Seharusnya dengan banyaknya kelompok-kelompok Islam di Indonesia menjadikan keindahan islam itu sendiri seperti kata nabi Muhammad SAW “Ikhtilafu Ummaty Rahmatun”, yang artinya perpedaan kaumku adalah rahmat, bukan menjadi sebab timbulnya perpecahan antar umat Islam seperti yang terjadi di Indonesia pada saat ini.
Perlu ditanamkan slogan “kerjasama tentang yang sepakat dan saling menghargai yang tidak sepakat” disetiap kepala umat Islam di Indonesia agar tidak mudah untuk menyalahkan yang lainya.
Masih ingat betul apa yang dikatakan KH. Musthofa Bisri dalam acara Kick Andy, Islam itu mempunyai kelas layaknya sekolahan, ada playgroup, Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar hingga program doktoral, yang masih suka menyalahkan sesama dan yang masih suka kekerasan dalam beragama itu orang-orang yang betul-betul belum faham agama dan tingkatanya masih taman kanak-kanak, berarti kesimpulanya bahwa Islam di Indonesia masih kekanak-kanakan.
Muslim di Indonesia masih harus banyak belajar, kepada siapa? tentunya kepada negara-negara yang banyak orang alimnya, seperti Saudi Arabia, Mesir, Syiria, yaman atau yang lainya.
Sekilas tentang Islam Di Saudi Arabia, Pemerintah Saudi Arabia andil besar dalam menentukan faham Islam yang bagaimana untuk warganya, bahkan bisa dikatakan hampir seluruh warga Saudi Arabia menganut satu faham saja, bisa anda buktikan ketika berkesempatan untuk berkunjung kesana, cara ibadah mereka sama persis antara orang satu dengan yang lainya, antara masjid satu dengan masjid yang lainya, kalau istilah orang Indonesia mereka berfaham Wahabi, dan ini tidak cocok untuk orang Indonesia yang notabene ada di negara yang menjunjung tinggi nilai demokrasi.
Berbeda jauh dengan Mesir, jika anda berkesempatan berkunjung kesana, anda akan mendapatkan Islam yang sama dengan Islam Indonesia meski Mesir jauh lebih baik.
Ketika sholat di Masjid, kami menemukan banyak sekali perbedaan-perbedaan dalam gerakan sholat antara satu dan yang lainya meski sholatnya bersamaan, terkadang pakai do’a qunut dan terkadang tidak tergantung imamnya.
Orang Mesir kebanyakan mengikuti madzhab Imam Syafii, tidak sedikit juga yang mengikuti madzhab Imam Maliki, Imam Hambali dan Imam Hanafi.
Thoriqoh syadziliyah, naqsabandiyah dan lainya juga ada di Mesir layaknya thoriqoh yang ada di Indonesia, ketika Ramadhan, ada yang sholat tarawihnya delapan rakaat dan ada juga yang Dua Puluh rakaat.
Orang Mesir sangat menghormati perbedaan, jangankan sesama yang berbeda pemahaman, berbeda agamapun mereka saling menghormati.
Semoga Muslim Indonesia bisa belajar banyak dari Muslim Mesir, tidak ada lagi saling menyalahkan sesama, dan tidak ada lagi kabar pembakaran atau pengrusakan tempat ibadah.

Sumber : Kompasiana

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India