Rabu, 15 Agustus 2012

Puluhan Ribu Orang Berburu "Lailatul Qodar" Bersama Syeikh Jibril di Masjid Tertua Mesir



Salah satu hal terunik di negara Mesir ketika bulan Ramadhan adalah Kumpulnya puluhan ribu orang untuk shalat tarawih berjamaah di Masjid tertua, yaitu masjid Amru bin Ash pada malam 27 Ramadhan.
Sudah menjadi adat atau kebiasaan setiap tanggal 26 Ramadhan atau yang biasa disebut malam 27 Ramadhan, masjid Amru bin Ash didatangi banyak orang baik dari kota Kairo atupun luar kota dengan berbondong-bondong menuju satu tempat untuk melakukan salat tarawih bersama. Bersama Syeikh yang sangat terkenal bagi masyarakat Mesir yaitu Syeikh Jibril.
Kemerduan suara Syeikh Jibril dalam melantunkan Ayat-ayat Al-qur'an menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Mesir, apalagi bertempat dimasjid tertua di Mesir dan dilaksanakan tepat pada malam ganjil yang sangat mungkin akan bersamaan dengan turunnya malam "Lailatur Qodar" satu malam yang lebih mulia dibanding seribu bulan.
Syeikh Jibril bukanlah imam terawih tetap di masjid Amru bin Ash, beliau menjadi imam hanya sekali selama bulan ramadhan selebihnya menjadi imam dimasjid lain bahkan di luar negeri. Masyarakat Mesir seolah-olah tidak mau kelihangan kesempatan emas ini, berjamaah dengan pemilik suara emas ditempat bersejarah dan didalam waktu sepuluh hari terkhir dari bulan Ramadhan. Jamaah setiap tahunnya mencapai puluhan ribu, shaf shalat meluber keluar area masjid hingga ratusan meter yang memaksa seluruh jalan di daerah sekitar ditutup dan digunakan untuk tempat shalat, bahkan banyak masyarakat yang rela berangkat siang hari hanya untuk mendapatkan shaf shalat yang paling depan.


Terawih dengan syeikh Jibril di masjid yang dibangun sahabat Amru bin Ash ini memiliki nuansa tersendiri. Qunut di shalat witirnya mamakan waktu kurang lebih satu jam, Dikesempatan itu sheikh Jibril berdoa untuk semua permasalahan umat Islam. Jodoh, rizqi hingga pertolongan Allah agar umat Islam di seluruh dunia segera terbebas dari masalah-masalahpun tidak luput dari munajatnya. Tidak jarang para jamaah menangis tersedu-sedu diwaktu qunut berlangsung. 
Nama lengkap syeikh Jibril adalah Muhammad As-Sayyid Husain Jibril, dilahirkan di daerah Qalyubiyah Mesir, seorang qari' yang dikenal memiliki suara merdu yang bayak dirindukan umat Islam diberbagai tempat. Laki- laki yang telah menyelesaikan Lisense difakultas Syariah Wal Qanun di universitas Al-Azhar pernah menyabet juara lomba menghafal Al-Qur'an tingkat Internasional di Malaysia tahun 1981 dan di Saudi Arabia tahun 1986.



Sumber : Kompasiana

Senin, 06 Agustus 2012

Pentingnya Ramadhan bagi yang kaya dan yang miskin



Bulan Ramadhan memberikan banyak hal kepada manusia, selain menjadi tempat berlatih menahan makan, minum dan hawa nafsu, Ramadhan juga memberi kesempatan manusia untuk berbuat baik dengan iming-iming melipat gandakan pahala, jadi tidak heran jika banyak manusia yang berlomba-lomba meningatkan semua amal ibadahnya seperti : lebih rajin shalatnya, lebih tekun baca Al-qur'anya dan lebih banyak mengeluarkan sedekah pada bulan Ramadhan.
Dibalik harta orang kaya tersimpan hak orang miskin, seperti yang telah dijelaskan dalam agama, bahwa setiap harta yang sudah sampai batasan nishob (ukuran) dan batas haul (waktu) maka wajib dikeluarkan zakatnya, tidak hanya itu setiap orang Islam yang mampu, diwajibkan membayar zakat fitrah pada bulan Ramadhan sebagai pembersih diri dan seabagai rizki bagi orang miskin.
Pentingnya Ramadhan bagi orang kaya adalah terbukanya kesempatan untuk mendapat janji-janji allah yang sangat luar biasa. Salah satu pintu dibuka oleh Allah untuk meraih keuntungan besar di bulan Ramadhan melalui sedekah. Islam menganjurkan umatnya untuk bersedekah terlebih-lebih pada bulan Ramadhan.
Rasulullah memberikan teladan dalam bersedekah dibulan Ramadhan, karena bersekah dibulan tersebut lebih besar pahalanya dibanding bulan lainya. Diantara keutamaan sedekah dibulan Ramadhan, Pertama, Sedekah dapat menghapus dosa, kedua, Sedekah memberi keberkahan pada harta, ketiga, Allah akan melipatgandakan pahala orang yang bersedekah, Keempat, Sedekah dapat membebaskan dari siksa kubur. dan masih banyak lagi.
Begitu-banyak janji-janji allah kepada orang yang mempunyai harta lebih dan mau membagi kepada orang yang membutuhkan, tidak hanya janji untuk kesenangan di akhirat tapi juga janji untuk kesenangan dunia.
Kemudian apa pentingnya Ramadhan bagi orang miskin, ketika bulan Ramadhan banyak para dermawan mengeluarkan sebagian hartanya untuk disedekahkan kepada orang yang membutuhkan, ini dapat menjaga kelangsungan hidup orang miskin atau dengan kata lain sebagai rizki orang miskin.

Sumber : Kompasiana

Minggu, 05 Agustus 2012

Tidak hanya suka budayanya mereka juga bisa bahasa Indonesia



Sabtu malam (04/08/2012) telah terselenggara sebuah acara yang bertema Ramadhan Night From Indonesia, sebuah acara tahunan yang merupakan salah satu acara promosi budaya Indonesia kepada masyarakat Mesir.
Acara yang berdurasi satu setengah jam tersebut menampilkan pencak silat, tari-tarian dari berbagai daerah dan musik. Animo masyarakat Mesir dalam menyambut acara tersebut sangat luar biasa terbukti dengan kurangnya kursi yang tersedia di ruangan Theater Cairo Opera House yang mencapai kurang lebif 350 kursi.
Tidak henti-hentinya tepuk tangan dari masyarakat Mesir ketika satu demi satu penampil keluar hingga acara selesai, acara ini seperti sudah terkonsep rapi hingga tidak ada satupun kekurangan mulai acara dimulai hingga akhir. Setidaknya ada tiga kejadian yang paling menarik dalam acara promosi budaya Indonesia ini:
Pertama, ketika group pencak silat keluar sambil menari dengan gaya khas silat di tambah sedikit akrobat membuat masyarakat Mesir tidak henti-hentinya bertepuk tangan sambil terkagum-kagum, ini semakin membuat masyarakat Mesir beranganggapan bahwa semua orang Indonesia itu jago silat, taekwondo atau ilmu beladiri yang lainya. padahal tidak semua orang Indonesia bisa.
Kedua, Masyarakat Mesir tercengang dan ikut bernyanyi bersama Ketika tiga mahasiswa Indonesia Indonesia menyanyikan lagu mesir yang berjudul "Feeha Haga Helwa" sebuah lagu yang sangat terkenal di Mesir. Lagu berbahasa arab Amiyah yang dinyanyikan sangat lancar dan fasih oleh tiga mahasiswa Indonesia pada acara Ramadhan Night form Indonesia.
Ketiga: Ditengah-tengah acara ada sesi tanya jawab berhadiah yang ditujukan kepada orang Mesir dengan soal seputar kemerdekaan Indonesia. Orang Mesir merebut menjawab dengan mengangkat tangan ketika soal dibacakan oleh pembawa acara, dari sekian banyaknya hadirin yang berebut menjawab soal, tidak sedikit yang bisa mengungkapkan istilah-istilah dengan menggunakan bahasa indonesia, bahkan orang terhakhir yang menjawab soal bisa bahasa Indonesia dengan lancar, Melihat ada orang seperti itu pembawa acara iseng dengan mengajak ngobrol dipanggung sambil memberikan hadiah, ternyata si penjawab soal tadi adalah seorang wartawan yang pernah tinggal di Indonesia selama empat tahun.

Sumber : Kompasiana

Jumat, 03 Agustus 2012

Kaya Dengan Tradisi Membuat Ramadhan Di Indonesia Berbeda



Bulan Ramadhan sangatlah istimewa bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, hal itu bisa dlihat dari bagaimana antusiasnya masyarakat Indonesia dalam menyambut bulan tersebut dengan kegiatan-kegiatan yang tidak pernah dilakukan dibulan-bulan yang lain.
Tradisi dan budaya di Indonesia ketika bulan Ramadhan sangat banyak dan berfariatif, itu yang menbuat bulan Ramadhan di Indonesia berbeda dengan negara-negara yang lain, meski setiap negara mempunyai tradisi atau kebiasaan berbeda-beda dalam menyambut bulan Ramadhan, tetaplah negara Indonesia mempunyai cara yang paling unik dalam menyambut bulan tersebut.
Negara Mesir contohnya, masyarakat mesir ketika datang bulan Ramadhan beramai-ramai memasang hiasan dan lampu “Fanus” dirumah mereka yang sudah menjadi tradisi sejak dulu, namun kegiatan sehari-hari dalam bulan Ramadhan bisa dibilang biasa-biasa saja, Ramadhan di Mesir seolah-olah hanya terlihat ketika menjelang maghrib dan waktu Isya’ saja.
Ketika menjelang maghrib banyak masyarakat Mesir berkumpul di masjid dan tempat-tempat yang telah disediakan guna persiapkan buka puasa bersama, kemuadian pada waktu isya’ masyarakat Mesir berbondong-bondong kemasjid untuk sholat tarawih berjamaah selebihnya terlihat biasa-biasa saja.
Berbeda jauh dengan Indonesia dalam menghidupkan bulan Ramadhan, hampir dari pagi hingga pagi lagi suasana Ramadhan di Indonesia terasa spesial.
Mulai pagi suasana sangat berbeda dibanding dengan bulan yang lain ketika melihat para pelajar ke sekolah untuk mengikuti pengajian yang biasa disebut “pondok Ramadhan” kemudian sore menjelang Maghrib banyak masyarakat Indonesia yang hanya sekedar jalan-jalan sambil menunggu buka puasa yang biasa di sebut “Ngabuburit”, tidak hanya itu, setelah shalat tarawih sebagian masyarakat Indonesia berkumpul di masjid dan mengaji Al-qur’an yang biasa disebut “Tadarus”, kemudian menjelang pagi sebagian pemuda keliling kampung dengan berbagai macam cara untuk membangunkan tetangganya agar tidak telat sahur.
Seperti itulah kebiasaaan unik masyarakat Indonesia dalam menghidupkan bulan ramadhan yang tidak ada dinegara-negara lain, sehingga membuat warganya yang di luar negeri merasa kangen akan tradisi-trdisi tersebut, bahkan mungkin saja orang asing yang pernah tinggal di Indonesia juga merasa kangen dengan tradisi-tradisi tersebut.

Sumber : Kompasiana

Selasa, 31 Juli 2012

Bingung Untuk Berbuka Puasa di Mesir



Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa dimana umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba untuk meningkatkan dan memperbanyak amal ibadah. Jadi wajar jika kita melihat masjid yang tiba-tiba penuh, banyak orang membaca Al-Qu’an disana-sini dan bersedekah dengan berbagai macam cara.
Setiap negara mempunyai keunikan sendiri-sendiri dalam menghidupkan dan meramaikan bulan Ramadhan yang sangat dinanti-nanti ini tidak terkecuali negara Mesir. Ada hal yang paling mencolok pada bulan Ramadhan di negeri seribu menara ini yaitu banyaknya para dermawan yang secara langsung maupun tidak langsung turun kejalan untuk bersedekah.
Orang Mesir  memang senang menyisihkan uangnya selama setahun untuk dikeluarkan pada bulan Ramadhan, seolah-olah hal seperti ini sudah menjadi tradisi turun menurun. bahkan orang Mesir yang berekonomi sedang kebawahpun sepeti itu.
Salah satu bentuk sedekah yang paling terlihat yaitu memberi buka puasa. bahkan terkadang orang-orang bingung menentukan tempat buka puasa bukan karena susah mencari makanan melainkan hampir sepanjang jalan di Mesir bisa menjadi tempat berbuka puasa dengan berbagai macam menu.
ketika jalan-jalan, sangat tidak mengherankan jika tiba-tiba ada mobil berhenti dan kemudian memberikan bungkusan yang isinya makanan untuk buka puasa, kebanyakan masjid juga menyediakan buka puasa yang biasa disebut “Maidatur Rahman”, dan banyak tenda-tenda di pinggir jalan yang sengaja dibuat untuk dijadikan tempat berbuka secara gratis.
Awal Ramadhan kami jalan-jalan menelusuri kota tua Kairo tanpa bekal apapun dan ketika menjelang adzan magrib banyak orang-orang mesir yang menawari kami untuk berbuka puasa sebelum kami memutuskan untuk berhenti dimasjid. Kami juga menemukan sebuah tenda yang cukup besar dimana terdapat orang-orang yang lagi memasak makanan yang kemudain dimasukkan mobil dan disalurkan ke jalan-jalan.

Sumber : Kompasiana
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India