Selasa, 31 Juli 2012

Bingung Untuk Berbuka Puasa di Mesir



Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa dimana umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba untuk meningkatkan dan memperbanyak amal ibadah. Jadi wajar jika kita melihat masjid yang tiba-tiba penuh, banyak orang membaca Al-Qu’an disana-sini dan bersedekah dengan berbagai macam cara.
Setiap negara mempunyai keunikan sendiri-sendiri dalam menghidupkan dan meramaikan bulan Ramadhan yang sangat dinanti-nanti ini tidak terkecuali negara Mesir. Ada hal yang paling mencolok pada bulan Ramadhan di negeri seribu menara ini yaitu banyaknya para dermawan yang secara langsung maupun tidak langsung turun kejalan untuk bersedekah.
Orang Mesir  memang senang menyisihkan uangnya selama setahun untuk dikeluarkan pada bulan Ramadhan, seolah-olah hal seperti ini sudah menjadi tradisi turun menurun. bahkan orang Mesir yang berekonomi sedang kebawahpun sepeti itu.
Salah satu bentuk sedekah yang paling terlihat yaitu memberi buka puasa. bahkan terkadang orang-orang bingung menentukan tempat buka puasa bukan karena susah mencari makanan melainkan hampir sepanjang jalan di Mesir bisa menjadi tempat berbuka puasa dengan berbagai macam menu.
ketika jalan-jalan, sangat tidak mengherankan jika tiba-tiba ada mobil berhenti dan kemudian memberikan bungkusan yang isinya makanan untuk buka puasa, kebanyakan masjid juga menyediakan buka puasa yang biasa disebut “Maidatur Rahman”, dan banyak tenda-tenda di pinggir jalan yang sengaja dibuat untuk dijadikan tempat berbuka secara gratis.
Awal Ramadhan kami jalan-jalan menelusuri kota tua Kairo tanpa bekal apapun dan ketika menjelang adzan magrib banyak orang-orang mesir yang menawari kami untuk berbuka puasa sebelum kami memutuskan untuk berhenti dimasjid. Kami juga menemukan sebuah tenda yang cukup besar dimana terdapat orang-orang yang lagi memasak makanan yang kemudain dimasukkan mobil dan disalurkan ke jalan-jalan.

Sumber : Kompasiana

Rabu, 25 Juli 2012

[FOTO] Pernak - Pernik



Tempat yang hampir tidak pernah di lewatkan oleh wisatawan ketika berkunjung di Mesir adalah Khan Kholili, sebuah pasar tradisional yang menjual beraneka ragam barang, misalnya berhiasan dari emas, kristal, perak hingga plastik dengan sejuta bentuk, kemudian kaos, boneka, hiasan berupa piring, gelas yang ada gambar khas Mesirnya. Tidak itu saja Khan khali juga terdapat makana yang cocok di buat oleh-oleh seperti kurma, kismis dan banyak lagi.
Foto-foto di bawah ini diambil ketika melewati sepanjang jalan Khan Khalili, dan menitik beratkan kepada pernak-pernik meski hanya sedikit.








[FOTO] Human Interest Part IV



Berbeda dengan negara arab lainya, Mesir lebih cenderung ke eropa-eropaan dalam cara berpakaian meski ada juga yang masih memakai pakaian khas Mesir sendiri.
Pengalaman pribadi, dulu ketika hendak ke Mesir, saya dan rombongan transit di negara Kuwait selama kurang lebih enam jam, disana kami merasa benar-benar asing karena disekeliling kami hampir semua berpakaian khas arab, memakai jubah putih dan tutup kepala bagi laki-laki dan berpakaian hitam-hitam bagi yang perempuan layaknya orang arab yang sering kita lihat di tv, namun ketika sampai di Mesir suasana seperti itu tidak lagi kami dapatkan. akhirnya kami berkesimpulan ternyata cara berpakaian orang mesir lebih terlihat modern tanpa meninggalkan perintah agama yaitu menutup aurat.












[FOTO] Human Interest Part III



Melanjutkan foto human interes part I dan II. Mesir mempunyai sejuta panorama yang bisa menghasilkan gambar-gambar menati, mulai dari bangunan-bangunannya hingga keunikan orang-orangnya, Julukan kota seribu menara disematkan kepada negara Mesir yang notabene banyak masjid-masjid yang mempunyai menara menjulang tinggi.
Tidak dapat disangkal, beribu-ribu masjid di Mesir mempunyai bentuk dan desain yang bemacam-macam sesuai zaman dibuatnya, misalnya dinasti Abbasiyah, dinasti Fatimyah dan masih banyak lagi.
"Terima kasih telah berkunjung"....................:)










[FOTO] Human Interest Part II



Foto-foto ini terusan dari galery human interest I yang mana sengaja di tidak disatukan karena bisa merusak suasana di blog hehehe.
Foto-foto ini diambil di sepanjang jalan antara babul futuh sampai daerah Syaidah Aisyah Cairo Mesir, sepanjang daerah situ terdapat banyak meninggalan-peninggalan bersejarah dan suasana kotanya masih terbilang unik.
Jika anda berkesempatan kunjung ke Mesir, tidak ada ruginya jika menyempatkan jalan-jalan antara babul futuh sampai daerah Syaidah Aisyah. hampir wisatawan Indonesia tidak sempat kesana karena terbatasnya waktu dan lebih memilih tempat-tempat yang lebih terkenal seperti Piramid dan Alexandria.










 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India